
TNI AL, Banjarmasin – Angin pagi di Gambut membawa suasana berbeda ketika aula SMAN 1 dipenuhi oleh generasi muda yang menyimak dengan seksama. Kamis, 10 September 2026, menjadi momentum penting bagi Lanal Banjarmasin yang hadir mendampingi Tim Sahli Satgas Mabes TNI dalam penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Dipimpin oleh Laksma TNI Dyan Permana, kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menekan lonjakan Karhutla yang terus mengancam Kalimantan Selatan. Data terbaru menunjukkan 8.674 titik panas dan 1.651 kejadian kebakaran sepanjang Agustus, merenggut 6.907 hektare lahan. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan alarm keras bagi kesehatan, ekonomi, dan kelestarian lingkungan.

Para penyuluh menjelaskan karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan. Fenomena smouldering dan sleeping fire menjadi tantangan tersendiri, karena api dapat bertahan lama dan muncul kembali tanpa terdeteksi. Pengetahuan ini menjadi bekal penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya tersembunyi.
TNI menegaskan bahwa Karhutla tidak hanya dipicu oleh cuaca kering atau fenomena El Niño, tetapi juga akibat kelalaian manusia. Oleh karena itu, strategi pencegahan diperkenalkan melalui konsep “Siklus Pertahanan Gambut”: Zirah untuk perlindungan personel, Tameng sebagai langkah pencegahan, Pedang untuk pemadaman, dan tahap pemulihan pasca kebakaran.
Konsep ini menekankan bahwa penanganan Karhutla bukan sekadar memadamkan api, melainkan membangun sistem berkelanjutan yang mencakup pencegahan, kesiapsiagaan, dan pemulihan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, TNI juga mengingatkan konsekuensi hukum bagi siapa pun yang melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 serta ketentuan nasional menjadi dasar penegakan hukum yang tegas.
Kehadiran Lanal Banjarmasin dalam penyuluhan ini mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif agar Kalimantan Selatan terbebas dari kabut asap di masa depan.
Turut hadir dalam kegiatan, Laksma TNI Luhut Siagian selaku Wadantim, rombongan Satgas, Wakil Kepala Sekolah Drs. Indriyanto, M.Pd., Paster Lanal Banjarmasin Mayor Laut (P) Joni Haryono, Babinsa Serka Ngatijo Gambut, serta Kapten Laut (PM) Jamal.
“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk satu atau dua orang, tetapi merupakan hasil kerja keras seluruh prajurit dan keluarga besar Lanal Dumai. Predikat teladan harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, kesiapsiagaan, dan kualitas pengabdian,” ungkap Danlanal Dumai.
(Pen Lanal Banjarmasin)















