Bojonegoro, Newsinsight – Sinetron berjudul “Ditutup Lalu Buka Lagi” di Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, terus menghadirkan adegan yang tak kalah menghibur sekaligus memprihatinkan. Pada Kamis, 8 Oktober 2026, jajaran Polsek Kasiman kembali mendatangi lokasi tambang galian C ilegal sebagai tindak lanjut pemberitaan media. Di lokasi, ditemukan satu unit ekskavator berdiri tegak sendirian tanpa operator, namun tidak ada penyegelan maupun penindakan yang dilakukan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Kasiman Iptu Khambali memberikan penjelasannya:
”Tidak ada aktivitas kegiatan penambangan, langkah kami akan melaksanakan kegiatan patroli dan penyelidikan dan koordinasi dengan pembina fungsi reskrim apabila ada kegiatan penambangan kembali,” ucapnya.
Jawaban yang sangat sopan dan rapi, namun sayangnya justru memunculkan lebih banyak tanda tanya di benak warga. Kalau memang tidak ada aktivitas, lalu untuk apa ekskavator itu berdiri gagah di tengah lokasi galian? Apakah sedang libur panjang? Atau sekadar “berdiri santai” sambil menunggu petugas pulang sebelum kembali bekerja?
Tak hanya itu, padahal informasi yang berkembang di masyarakat sudah sangat jelas: lokasi di Desa Sekaran diduga dikelola oleh Mbah Dol, sementara lokasi lainnya di wilayah yang sama diduga dikelola oleh Irfan dan Cip. Nama-nama ini sudah dikenal luas warga sebagai pihak yang mengelola kegiatan pertambangan di wilayah tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Kasiman Iptu Khambali memberikan penjelasannya:
”Kami sampaikan saat ini di wilayah kami tidak ada aktivitas penambangan, untuk yang punya Cip/Irfan setelah kami cek lokasi hanya membangun jalan menuju lokasi sambil proses izin tambang turun,” ucapnya.
Ketika disinggung, Apa bisa dipertanggungjawabkan ucapannya. Kapolsek Kasiman menjawab,” Yang saya sampaikan ini adalah kondisi ril Hari ini Jumat tgl 9 Oktober 2026.
Warga menyindir sambil tersenyum getir:
”Wah, hebat Kapolsek! Katanya tidak ada aktivitas, tapi alat beratnya ada di sana. Mungkin bagi mereka, ‘tidak ada aktivitas’ artinya tidak ada orang yang sedang menggerakkan tuas saat itu juga. Jadi begitu petugas pulang, operatornya tinggal muncul lagi dan kerja lanjut. Simpel sekali kan?”
Skenario ini persis sama seperti episode sebelumnya pada 20 September 2026 lalu: disidak → dikatakan tidak ada aktivitas → beberapa hari kemudian ramai lagi. Seperti naskah drama yang sudah dihafal di luar kepala: datang, lihat, bilang tidak ada aktivitas, pulang, lalu besok buka lagi.
Janji patroli dan penyelidikan memang terdengar meyakinkan. Tapi warga sudah pernah mendengar janji yang sama sebelumnya. Yang mereka khawatirkan adalah: saat “kegiatan penambangan kembali” terjadi, apakah responnya akan tetap sama — datang, lihat, lalu berkata “tidak ada aktivitas saat ini”?
Sampai berita ini diturunkan, ekskavator tersebut masih berdiri di lokasi — seakan ikut tersenyum mendengar penjelasan bahwa dirinya tidak sedang “beraktivitas”. Warga hanya berharap Polda Jatim suatu saat benar-benar datang untuk menghentikan pertunjukan ini, sebelum hutan dan lahan mereka habis hanya karena “tidak ada aktivitas saat petugas datang”.
”TIDAK ADA AKTIVITAS” — Kata Kapolsek, Tapi Eskavator Tetap Di Lokasi! Sinetron Tambang Ilegal Sekaran Lanjut Tayang, Warga: Besok Pasti Buka Lagi!












