Bahlil Akan Rapat dengan PLN Soal Kompensasi Listrik

News8 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – , 14 Oktober 2026 – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026. Presiden menerima laporan perkembangan strategis sektor energi.

Pembahasan mencakup RUU Migas, evaluasi blackout listrik di sejumlah daerah, dan kondisi pasokan BBM nasional.

banner 336x280

Bahlil Lapor Perkembangan RUU Migas dan Trade Expo

Bahlil mengatakan ia melaporkan dua agenda utama kepada Presiden. Pertama, ia mewakili Presiden membuka Trade Expo ke-41 di Tangerang. Kedua, ia melaporkan perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi.

“Saya melaporkan beberapa perkembangan terkait dengan tadi saya mewakili Bapak Presiden di acara membuka Trade Expo yang ke-41 di Tangerang. Yang kedua, saya melaporkan perkembangan pembahasan RUU Migas kepada Bapak Presiden,” ujar Menko Bahlil dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan.

Blackout di Daerah Harus Ada Perbaikan Intensif

Selain RUU Migas, Bahlil juga membahas gangguan listrik di sejumlah wilayah. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kelistrikan. Oleh karena itu, pembenahan harus berjalan lebih intensif di tingkat implementasi. Bahkan, tanggung jawab tersebut berada di PT PLN (Persero).

“Saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan, apa namanya perbaikan yang lebih intensif lagi, agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” ungkapnya.

Bahlil mengungkap gangguan listrik di Batam dipicu persoalan teknis. Berdasarkan laporan awal, jaringan listrik terdampak petir dan kendala teknis lainnya. Kemudian, pemerintah akan mengevaluasi sistem secara menyeluruh.

Bahlil Akan Koordinasi dengan PLN Soal Kompensasi

Terkait pemulihan layanan dan kemungkinan kompensasi pelanggan, Bahlil akan berkoordinasi dulu dengan PLN. Pasalnya, PLN paling paham kondisi teknis di lapangan. Jadi, langkah lanjutan akan menyesuaikan hasil koordinasi tersebut.

“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” katanya.

Stok BBM Nasional Aman, Distribusi di Bali Terkendala

Selain listrik, Bahlil juga menanggapi kendala distribusi BBM di Bali. Ia menyampaikan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri sudah berada di Bali untuk menangani persoalan. Selanjutnya, Bahlil akan menggelar rapat untuk mendapat laporan terkini di lapangan.

Meski distribusi di Bali terkendala, stok BBM nasional masih aman. Ketahanan pasokan berada di kisaran 16 hingga 18 hari. Oleh karena itu, persoalan utama bukan kekurangan stok, melainkan distribusi.

“Kalau stok nasional itu kita di angka 16-18 hari, jadi masih clear, gak ada masalah secara stok nasional. Jadi distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala, itu yang sebentar saya akan rapat,” pungkasnya.

Ke depan, pemerintah akan mempercepat pembahasan RUU Migas. Selain itu, pemerintah akan memperkuat layanan listrik dan distribusi BBM agar tetap andal di seluruh Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *